Pesona Surjan Bagai Sinaran Pelita Terbalut Dalam Pakaian Taqwa

Jika bulan ramadhan tiba, masyarakat Indonesia terkhusus yang beragama Islam akan mempersiapkan segala kebutuhan bulan puasa berikut lebaran yang terjadi setelahnya, termasuk sandang, pangan maupun papan. Bicara masalah sandang, ada pakaian yang biasanya disiapkan oleh para laki-laki dalam sebuah keluarga yang sering disebut baju takwa, cirinya adalah berkerah shanghai dengan kain polos atau memiliki sedikit ornamen bordir identitas Islami. Usut punya usut, ternyata baju takwa yang dimaksud adalah pakaian yang telah berasimilasi budaya dengan pakaian orang tionghoa yaitu cheongsam dengan kerah berdiri atau shanghai. Namun, ternyata masyarakat Jawa memiliki pakaian takwanya sendiri yang benar-benar dirancang dengan kandungan filosofi ketakwaan. Pakaian tersebut dirancang oleh Sunan Kalijaga untuk memisahkan antara kebaikan & keburukan pada diri manusia yang seringkali mudah tergoda untuk melakukan keburukan dan tentu saja memiliki sisi lain yang bertolak belakang untuk berbuat kebaikan. Pakaian tersebut adalah surjan yang mengambil serapan kata dari bahasa Arab yaitu sirojun, lebih jelas lagi dalam surat al ahzab ayat 46 di 2 kata terakhir, disebutkan sebagai sirojan muniron yang berarti pelita yang menyinari.

Sejatinya ini adalah pakaian yang benar-benar takwa, bukan pakaian takwa yang justru mengadopsi gaya berpakaian orang tionghoa yang telah lama hidup di negeri ini dengan tujuan perdagangan, masyarakat Jawa telah lama & lebih dulu memiliki pakaian takwanya yang mungkin ‘Terlupakan’ eksistensinya selama ini.

Pakaian ini diberi nama surjan dengan ciri-ciri menggunakan bahan lurik yaitu kain dengan motif garis-garis, pada umumnya surjan memiliki motif garis sebanyak 3-4 yang melintang sejajar di seluruh permukaan pakaian, garis melintang ini dimaknai sebagai furqon atau pembeda yang membedakan antara kebaikan & keburukan pada diri manusia.

Pada leher surjan terdapat 3 pasang kancing yang total jumlahnya adalah 6, itu adalah simbol dari rukun iman yang 6 yaitu iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab, iman kepada rasul, iman kepada hari akhir & iman kepada qadha & qadar. Lanjut ke bawahnya, ada 2 kancing yang melintang di dada atas, letaknya di kiri & kanan. Itu adalah lambang 2 syahadat, lanjut ke bawah lagi di daerah antara dada & perut terdapat 3 kancing yang harus ditutup karena terletak di balik lapisan lurik pertama, kenapa harus ditutup? karena 3 kancing tersebut adalah simbol 3 nafsu manusia yang tidak boleh ditampakkan yaitu nafsu bahimah (hewani), nafsu lawwamah (makan & minum), & nafsu syaitonah (setan). Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika manusia lahir pasti sudah tersemat nafsu-nafsu tersebut, meskipun mengandung nafsu yang 3 tadi, tetapi seyogyanya manusia harus mampu menyembunyikannya. Selanjutnya 5 kancing pada lengan surjan yang menjadi simbol rukun Islam.

Itulah tadi sekelumit filosofi pakaian takwa Jawa yang dirancang oleh Sunan Kalijaga, dan dinamai surjan. Mengambil kata bahasa arab yaitu sirojun atau 2 kata pada ayat terakhir al ahzab 46 yaitu sirojan muniron. Pakaian yang dirancang tidak hanya sebagai penutup badan bagian atas, melainkan sebagai pengingat kepada para pemakainya untuk tetap mengingat Dzat Yang Maha Kuasa sebaik, sesempurna & sepresisi apapun program dan rancangan manusia, sejatinya Yang Maha Kuasa adalah dzat yang paling menentukan hasil dari eksekusi program-program yang telah dicanangkan oleh manusia. Maka dari itu, surjan adalah pengingat dan sekaligus pembeda sifat baik & buruk manusia dalam menjalani kehidupan yang sifatnya sementara alias ‘Mampir Ngombe’, sebagai persiapan menjalani kehidupan yang lebih abadi setelah kematian nanti.

Article by Putra William Wiroatmojo, Batik Enthusiast.

Berikut spesifikasi batik :
Bahan: kombinasi tulis
Jenis batik: kombinasi tulis
Ukuran: 2,4 x 1,15 meter
Harga: Mulai dari Rp 325.000,-

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang ditandai * harus diisi

Open chat
1
Halo Mohon Info Untuk Batik Berkualitas dan Terbaik di Batik Putra Bengawan ??? Terima Kasih