Ndalem Djimatan: Rumah Representasi Karakter Priyayi Orang Laweyan

Salah satu obyek wisata yang tidak boleh dilewatkan para wisatawan Kampung Batik Laweyan adalah Ndalem Djimatan, terletak di timur masjid tertua di Kota Solo yaitu Masjid Laweyan. Dulunya merupakan rumah dinas Ki Ageng Henis dan para kolega, serta tempat tinggal pengurus masjid Laweyan. Menurut beberapa literatur, lokasi Ndalem Djimatan tersebut dulunya dikelilingi 7 sumur. Saat …

Baca selengkapnya →

Pesona Surjan Bagai Sinaran Pelita Terbalut Dalam Pakaian Taqwa

Jika bulan ramadhan tiba, masyarakat Indonesia terkhusus yang beragama Islam akan mempersiapkan segala kebutuhan bulan puasa berikut lebaran yang terjadi setelahnya, termasuk sandang, pangan maupun papan. Bicara masalah sandang, ada pakaian yang biasanya disiapkan oleh para laki-laki dalam sebuah keluarga yang sering disebut baju takwa, cirinya adalah berkerah shanghai dengan kain polos atau memiliki sedikit …

Baca selengkapnya →

Sejarah Islamisasi Penanggalan Jawa

Sejarah panjang Islam & Jawa sangat erat hubungannya terutama jika kita berbicara masalah kerajaan Mataram Islam sebelum terpecah pasca perjanjian giyanti. Salah satu puncak kejayaan kerajaan Mataram Islam ketika dipimpin oleh rajanya yang ketiga yaitu Sultan Agung Hanyakrakusuma, putra dari Prabu Hanyakrawati yang mengambil alih tahta ayahnya di usia yang sangat muda sempat ‘Diasingkan’ alias …

Baca selengkapnya →

Sekte Pelestari Batik Modern: Hartono Sumarsono

Era modern ini, tidak banyak orang-orang yang memilih jalan berbeda dengan orang lain terutama masalah pelestarian batik yang sangat langka & sulit ditemui para pegiatnya, kecuali Hartono Sumarsono, sang kolektor batik yang memiliki cara tersendiri untuk melestarikan batik. Beliau tidak hanya mengoleksi batik-batik dari seluruh Indonesia, tetapi juga melakukan upaya penjagaan supaya batik-batik warisan leluhur …

Baca selengkapnya →

Jika Ipar Adalah Maut Maka Truntum Adalah Obatnya

Apa yang dirasakan oleh Nisa, tokoh samaran yang diperankan oleh Michelle Zudith dalam film Ipar Adalah Maut, sejatinya pernah dirasakan oleh Kanjeng Ratu Kencana atau Ratu Beruk, permaisuri Susuhanan Pakubuwana III yaitu perasaan kehilangan cinta dari pasangannya. Cinta yang pernah bersemi dalam hati terasa semakin hilang semenjak datangnya orang lain dalam hati Susuhunan Pakubuwana III. …

Baca selengkapnya →

Batik Menjadi Perantara Mesranya Hubungan Indonesia & Thailand

Beberapa waktu lalu Batik Putra Bengawan menerima tamu istimewa, rombongan bapak-bapak & ibu-ibu dari Thailand berjumlah sekitar 15 orang. Pesawat yang mereka tumpangi sejatinya mendarat di New Yogyakarta International Airport karena Surakarta tidak memiliki bandara internasional sehingga mereka mengambil waktu lebih banyak di Yogyakarta yaitu 4 hari & 1 hari di Surakarta. Sabtu tanggal 22 …

Baca selengkapnya →

Romantisasi Batik Solo & Melankolisasi Batik Jogja: Between The Friendly & Local Pride!

Pasca pecahnya Perjanjian Giyanti, Surakarta & Yogyakarta memutuskan untuk berpisah di tahun 1755, hal tersebut menghasilkan perbedaan-perbedaan yang mencolok terhadap lifestyle antara keduanya yaitu Kraton Surakarta & Yogyakarta, terutama variasi batik-batik yang dihasilkan. Menurut pakar batik Drs. Suhartanto, Ketua Bidang Pengkajian PPBI Sekar Jagad yang diungkapkan beliau pada acara ‘Bedah Batik Haji Bilal’ yang digelar …

Baca selengkapnya →

Pengorbanan Seorang Sultan Agung Hanyakrakusuma: Sang Ksatria Sekaligus Brahmana Kreator Batik Parang Barong

Hari raya Idul Adha yang erat kaitannya dengan ‘Pengorbanan’ tentu saja memiliki sebuah makna mendalam bagi raja-raja Mataram, salah satunya raja Mataram ke-3 yaitu Panembahan Hanyakrakusuma atau yang populer dengan sebutan Sultan Agung, putra dari Prabu Hanyakrawati & Ratu Dyah Banowati yang memilik jalur silsilah dari Raja Majapahit yaitu Brawijaya V. Filmnya pernah dirilis tahun …

Baca selengkapnya →

Open chat
1
Halo Mohon Info Untuk Batik Berkualitas dan Terbaik di Batik Putra Bengawan ??? Terima Kasih